Penghasilan Sampingan

Jumat, 25 Juni 2010

Introduksi Pembuatan Jahe dan Beras Kencur Instan di Pondok Pesantren Agama Islam (PPAI) Sabilil Muttaqin Kota Malang

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang ada di Indonesia yang mempunyai ciri yang khas dan unik, pesantren juga dianggap sebagai sistem pendidikan paling tua di Indonesia dan telah diakui kualitasnya dari segi kemampuan dalam mencetak kader-kader bangsa (Maskuni, 2009). Adapun pendidikan yang diajarkan di pesantren yaitu pendidikan tentang agama islam yang meliputi tentang pemahaman al Quran, Hadis dan Fiqih atau hukum-hukum islam. Dalam perkembangannya, saat ini pesantren dapat digolongkan menjadi dua yaitu pesantren modern dan pesantren tradisional. Pesantren modern merupakan pesantren mengajarkan ilmu agama juga mengajarkan ilmu-ilmu pengetauan yang saat ini berkembang. Sedangkan pesantren tradisional merupakan pesantren yang mengajarkan murni ilmu-ilmu agama dengan metode klasik yang diajarkan secara turun temurun.

Pondok pesantren agama islam (PPAI) sabilil muttaqin merupakan salah satu contoh pesantren tradisional yang saat ini masih eksis mengajarkan pendidikan agama secara tradisional di tengah-tengah moderenisasi di kota Malang. Pola pendidikan yang dianut pesantren ini tidak jauh berbeda dengan pesantren-pesantren yang ada di Indonesia yaitu mengajarkan agama dengan memegang teguh tradisi dan nilai-nilai keislaman. Hal tersebut dapat dilihat dari dari metode dan materi yang diajarkan oleh pesantren yang masih klasik seperti pengajian kitab kuning, tafsir dan tilawatil al-Quran. Disamping itu, pesantren ini juga melakukan kegiatan-kegiatan rutin keislaman yang diadakan setiap sebulan dan setahun sekali yaitu istiqosah dan pengajian umum.

Ponpes sabilil muttaqin mempunyai santri sekitar 150 orang santri. Setiap harinya santri rutin belajar ilmu agama islam seperti tafsir, hadis tauhid dan ilmu-ilmu islam lainnya. Pesantren ini sama sekali tidak mengajarkan ilmu-ilmu modern yang diajarkan seperti di pendidikan formal. Hal ini mengakibatkan lulusan santri dari pesantren ini kurang bisa diterima dilapangan pekerjaan yang tersedia, karena santri kalah bersaing dengan alumni yang berasal dari pendidikan formal. Sehingga, alumni santri dari pesantren ini kebanyakan menganggur atau berprofesi sebagai ustad dikampung-kampung dan bekerja serabutan yang penghasilannya kecil dan tidak continue.

Tanaman seperti jahe dan kencur merupakan tanaman yang banyak ditemukan di area pesantren sabilil muttaqin. Tanaman ini biasanya digunakan sebagai minuman (wedang jahe), jamu beras kencur dan bumbu dapur yang komsumsi warga pesantren sendiri, apabila produksi berlebih biasanya jahe dan kencur langsung dijual kepasar dengan harga yang relatif murah. Sehingga nilai tambah dan pemanfaatan dari tanaman tersebut masih rendah. Oleh karena itu perlu adanya suatu proses pengolahan agar dapat meningkatkan nilai tambah dari tanaman jahe dan kencur.

Jahe dan beras kencur instan merupakan salah satu bentuk produk olahan yang mudah dalam proses pengolahannya dan saat ini banyak diminati masyarakat. Produk olahan ini mempunyai keunggulan yaitu praktis dan mempunyai daya simpan yang lama, sehingga dapat dikomersialisasikan yang dapat menigkatkan nilai tambah dari tanaman jahe dan kencur. Proses pembuatan jahe dan beras kencur instan ini menggunakan peralatan murah dan modal yang tidak begitu besar sehingga teknologi pembuatan jahe dan beras kencur instan dapat diapliksikan di pesantren.

Dari penjelasan diatas, menerangkan tentang kondisi santri di pondok pesantren sabilil mutaqin di Kota Malang. Perlu adanya suatu usaha pengabdian masyarakat kepada santri mengenai pengolahan jahe dan beras kencur instan mengingat bahan baku dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Dengan pengabdian masyarakat ini, dapat membuat lapangan pekerjaan baru yang dapat menampung santri produktif dalam dunia kerja sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan dan ekonomi para santri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar